Ketik

Tuesday, November 15, 2011

TAKDIR BUKAN PAKSAAN


Pilihan hidup yang telah, sedang dan bakal kita jalani telah tercatat di Luh-Mahfuz. Catatan yang tidak pernah meleset. Bukan ramalan para numerologist, bukan kajian Fadhilah Kamsah, bukan kesan pesanan berantai, bahkan bukan tergaris di telapak tangan maupun terbentur dari raut wajah, anggota badan atau letaknya tahi lalat. TAKDIR adalah keinginan Allah S.W.T. Keinginan yang tidak terjadi adalah keinginan penguasa bumi dan langit. Meskipun terjadi belum tentu Allah redho. TAKDIR hanya disedari manusia setelah sesuatu itu terlaksana. Sesuatu yang dinamai dzat dan haq yang Maha Arif.

Lalu, di ketika dirimu dan diriku diuji, sudi apalah kiranya kita rehatkan hati..Zikrullah bukan sekadar pada tutur namun berpaksi pada falsafah dan maknawi...Terhayati oleh resapan langsung ke hati. Dasarnya harus ilmu dan amal..Pupuk rasa kehambaan yakni miskin, jahil, lemah, bersalah dan hina...kerana tidaklah kamu diuji selain tertanggung oleh upayamu sendiri...Justeru, mengembalikan rasa bertuhan di benakmu dan kasihnya terasa mendekat...lalu kamu dan aku tenang...damai dalam diam, menjadi yakin bahawa sebuah takdir itu qada dan qadar Dia...demi hikmah teragung buat dirimu jua....


Wallahuaklam...

1 comment:

Miss PIJAOSIX said...

salam...

Manusia juga BERTANGGUNG JAWAB di atas setiap kesalahan. Alasan SUDAH TAKDIR sering digunakan bagi menutup kesalahan.

DOA dan USAHA boleh mengubah segala-galanya..

p/s : Jgn kata merogol anak sendiri juga sudah dikatakan takdir.

MAYA : Nice entry..!!